Sabtu, 12 Maret 2016

Indikator Kepemimpinan Kepala Sekolah Efektif



INDIKATOR KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH EFEKTIF

Menurut Mulyasa (2011: 19) Kepala sekolah yang efektif sedikitnya harus mengetahui, menyadari dan memahami tiga hal: (1) mengapa pendidikan yang berkualitas diperlukan di sekolah; (2) apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu dan produktivitas sekolah; dan (3) bagaimana mengelola sekolah secara efektif untuk mencapai prestasi yang tinggi.
Indikator-indikator kepemimpinan kepala sekolah yang efektif sebagai berikut.
1.      Menekankan kepada guru dan seluruh warga sekolah untuk memenuhi norma-norma pembelajaran dengan disiplin yang tinggi
2.      Membimbing dan mengarahkan guru dalam memecahkan masalah-masalah kerjanya, dan bersedia memberikan bantuan secara proporsional dan profesional
3.      Memberikan dukungan kepada para guru untuk menegakkan disiplin peserta didik
4.      Menunjukkan sikap dan prilaku teladan yang dapat menjadi panutan atau model bagi guru, peserta didik, dan seluruh warga sekolah
5.      Membangun kelompok kerja aktif, kreatif, dan produktif
6.      Memberikan ruang pemberdayaan sekolah kepada seluruh warga sekolah

Selasa, 08 Maret 2016

Secercah



Terasa menghitam dinding hati terkubur dosa
Ragu seakan segala sesuatu palsu tentangnya
Mereka yang menyemburkan asap berbau pilu
Merusak denyut nadi yang mengalir selaras

Kubiarkan hitam itu meleleh
Mengais sisa kebenaran dalam hati
Yang mungkin terpandang masuk akal
Meski kenyataannya hanya secercah

Kusadari aku seorang barua bajingan
Melanjutkan hidup dengan kaki-kaki penggoda
Sadarku menyeruak dan meneriakkan
Aku salah dan berdosa

Nyatanya benar bahwa aku menghidupi anak istriku
Nyatanya benar bahwa aku tidak membunuh orang
Setidaknya ada kebenaran dari dalam sanubari
Meski kenyataannya hanya secercah



Coretan pena Widya
08 Maret 2016

Sabtu, 05 Maret 2016

Kerjasama Sekolah Dengan Lembaga Pendidikan Lain




Permendiknas nomor 19 tahun 2007 menyatakan setiap sekolah/madrasah menjalin kemitraandengan lembaga lain yang relevan, berkaitandengan input, proses, output, dan pemanfaatanlulusan.Kemitraan SMA/SMK, MA/MAK, atau yang setaradilakukan minimal dengan perguruan tinggi, SMP/MTs, atau yang setara, serta dunia usaha dandunia industri di lingkungannya.Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkandengan perjanjian secara tertulis.
Dalam kementerian pendidikan dan kebudayaan, kemitraan antar lembaga dapat dilaksankan dalam bentuk formal (resmi), informal (tidak resmi), formal dan informal, dan formal bilateral atau multi lateral. Masing – masing bentuk kemitraan dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.      Kemitraan Formal
Kemitraan formal adalah bentuk kerjasama yang didasarkan pada satu kesepakatan atau perjanjian yang sifatnya mengikat dan dituangkan dalam dokumen naskah bersama. Contoh bentuk kemitraan formal yang dilakukan dengan pihak-pihak lain di luar negeri antar institusi pendidikan dan pelatihan, misalnya kerjasama antar lembaga (bilateral) seperti Indonesia-Australia, Indonesia-Jepang, kerjasama dengan SEAMOLEC, dan lain-lain.
2.      Kemitraan Informal
Kemitraan informal adalah kemitraan yang didasarkan kesepakatan yang tidak mengikat dan tidak dituangkan dalam dokumen naskah kerjasama, tetapi lebih merupakan sebagai wujud adanya cooperative, kebersamaan dan saling menghargai dan menghormati keberadaan dari lembaga masing-masing. Misalnya saling mengundang dalam acara-acara kegiatan seminar, lokakarya, dan saling mengadakan kunjungan antar lembaga yang melakukan kemitraan. Pelaksanaan kemitraan informal dapat sewaktu-waktu berubah atau dihentikan karena perubahan pimpinan atau perubahan kebijakan dari pihak-pihak yang terlibat dalam kemitraan. Contoh: Kemitraan sekolah dengan sekolah.
3.      Kemitraan formal dan informal
Kemitraan dengan masyarakat dapat digolongkan ke dalam kemitraan informal maupun formal, keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, masyarakat berhak menuntut pendidikan yang baik dan bermutu. Tetapi pada saat yang sama masyarakat juga berkewajiban berperan aktif dalam penyelanggaraan pendidikan dengan menyumbangkan dana, daya, pikiran, tenaga, dan bentuk– bentuk lain bagi terselanggaranya pendidikan yang bermutu. Dalam perkembangan saat ini dukungan dan peran serta masyarakat dalam menunjang pendidikan yang bermutu di sekolah masih beragam, umumnya dukungan masih bersifat fisik, namun ada juga kelompok masyarakat yang sudah membantu proses pembelajaran. Di sisi lain, masih ada sekolah yang kurang mampu dan mau mendekati masyarakat guna membantu program pendidikan dalam bidang fisik maupun pembelajaran.
4.      Kemitraan formal bilateral atau multi lateral
Sesuai dengan tuntutan otonomi daerah, kemitraan yang berkaitan dengan formal bilateral atau multi lateral dalam hal bantuan finansial (bantuan yang harus dikembalikan), perlu mempertimbangkan aspek kewenangan pusat dan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk terlaksananya kemitraan antar lembaga, baik lembaga yang berada di dalam maupun di luar negeri diperlukan program yang disusun untuk tercapainya kemitraan yang efektif dan berkesinambungan.

Minggu, 28 Februari 2016

Manajemen Sarana dan Prasarana PAUD




Komponen
Penggunaan
Keterangan
Kegiatan
Pembelajaran
1.  Buku-buku pembelajaran PAUD
2.  Peralatan pembelajaran, kertas, krayon, spidol,
pensil, bahan pakai habis
3. Kegiatan Parenting, pertemuan dengan orang
tua/wali murid, kunjungan ke rumah anak
4. Penyadaran perlunya makan makanan sehat
Minimal
50%
Kegiatan
Pendukung
1. Dukungan administrasi
2. Pembelian alat-alat DDTK, pembelian obat-obatan
ringan, dan isi kotak P3K
3. Menambah transport pendidik
Maksimal
35%

Kegiatan
Lainnya
1. Perawatan sarana dan prasarana termasuk
perbaikan dan pengecatan ringan
2. Dukungan penyediaan alat-alat publikasi PAUD
3. Langganan listrik, telepon/internet, air
Maksimal
15%

Standar sarana dan prasarana PAUD (permendiknas Nomor 58 tahun2009)
1.        Aman, nyaman, terang dan memenuhi kriteria kesehatan bagi anak.
2.        Sesuai dengan tingkat perkembangan anak
3.        Luas lahan minimal 300m2
4.        Memiliki ruang anak dengan rasio 3 m2 per anak
5.        Ruang guru, ruang kepala sekolah, UKS, jamban yang bersih, dan ruang lain yang relevan dengan kebutuhan anak(sama dengan standar yang ada di SD).
6.        Memiliki peralatan bermain anak baik diluar maupun di dalam ruangan.
7.        Memiliki alat permaianan yang edukatif

Persyaratan Penerima Bantuan APE(Alat Permainan Edukatif) Th.2016
1.        Memiliki peserta didik tahun 2016 minimal 15 anak;
2.        Memiliki izin pendirian dari Dinas Pendidikan / Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ditunjuk oleh Pemda setempat;
3.        Memiliki Nomor Pokok Satuan PAUD Nasional (NPSN), kecuali KB,TPA, dan/atau SPS sebagai program pendidikan nonformal yg diselenggarakan oleh satuan pend nonformal dlm bentuk PKBM, Majelis Taklim, atau satuan pend nonformal sejenis.
4.        Mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan setempat (Provinsi/Kabupaten/Kota/UPTD-Kecamatan),
5.        Tidak mengajukan bantuan APE PAUD yang bersumber dari dana APBN Pusat dan Dekonsentrasi pada tahun 2016 secara bersamaan, dibuktikan dengan Surat Pernyataan.
6.        Prioritas bagi Lembaga PAUD yang miliki APE tidak memadai (dilihat dari kesesuaian dengan jumlah anak didik, dan kondisi APE nya) dibuktikan dengan Surat Pernyataan.
Jenis-Jenis APE Yang Disediakan
NO.
Jenis APE Per Paket
1.
Papan magnet Pembelajaran
2.
Ronce/manik 3 variable (3 bentuk geometri, 3 warna dasar, dan 3
ukuran).
3.
Balok Unit Warna Natural dari Bahan Kayu 200 keping
4.
Balok Rakit 500 keping
5.
Alat main pra keaksaraan
6.
Puzzle
7.
Peralatan melukis dan menggambar
8.
Parasut Fun

Komputer Tablet yang sdh berisi program pembelajaran PAUD, misalnya: (10
Pedoman Krikulum, Komik dan lagu, poster, ragam senam, ragam tari, ragam
cerita anak).

Peralatan bermain peran, berupa :
a. Miniatur orang, binatang, tumbuhan, alat transportasi, rambu lalu lintas
b. Miniatur rumah ibadah/rumah adat
c. Boneka (boneka utuh, boneka tangan, boneka jari)
d. Peralatan main kerumahtanggaan, alat main kedokteran, alat main
pertukangan,alat main pemadam kebakaran, dan lainnya.

Alas bermain (karpet/tikar, dll).

Ayunan

Perosotan
Ronce/manik 3 variable (4 bentuk
geometri, 4 warna, dan 4 ukuran) 


Balok Rakit Struktur
Alat main keaksaraan
Puzzle
Contoh Peralatan melukis dan menggambar
Parasut Fun
Peralatan bermain peran
Jenis-Jenis Sarana Pembelajaran Yang Disediakan
No.
Jenis Sarana Pembelajaran Per Paket
1.
Balok Unit warna natural 300 keping
2.
Ronce/manik 3 variable (3 bentuk geometri dasar dan 1 bentuk
geometri lain, 3 warna dasar dan 1 warna lain, dan 4 ukuran)
3.
Alat main Keaksaraan
4.
Alat bermain music
5.
Papan lukis berkaki beserta peralatannya
6.
Trampolin
7.
Bak bermain air dan pasir
8.
Papan titian portabel
9.
Seluncuran portable
10.
Ayunan portabel
11.
Papan magnet Pembelajaran
12.
Laptop
13.
LCD Proyektor
14.
DVD Player
15.
Wireless Amplifier